Ketentuan Program Peduli Sesama

1. Setiap konten kegiatan sosial yang ditampilkan dalam situs ini akan direview setiap hari senin. 2. Program akan dirubah atau ditambah sesuai kebutuhan. 3. Pendonor atau pemberi bantuan adalah secara suka rela dan tanpa paksaan secara iklhas. 4. Pendonor dan relawan mengerti bahwa segala kegiatan ini tanpa ada ikatan baik secara hukum pidana maupun perdata, semata untuk kepentingan sosial. 5. Bila ingin mengajukan program untuk ditampilkan, maupun saran silahkan hubungi contact person, aksarakuning@gmail.com

Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru

Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru - Sahabat Dunia pendidikan Indonesia, Pada Artikel pendidikan yang anda baca kali ini dengan judul Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru, team telah mencoba mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasinya. mudah-mudahan isi artikel saya ini, Artikel Guru, Artikel Pendidikan, yang sudah dipersiapkan dan kami tulis ini dapat bermanfaat. Selamat membaca, jangan lupa SHARE dan Bookmark agar mudah mencari artikel ini.

Judul : Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru
link : Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru

Baca Juga

Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru. Pada zaman modern seperti saat ini, kemajuan dunia teknologi dapat dirasakan oleh semua kalangan, salah satunya adalah para pelajar. Mereka dapat dengan mudah mempelajari sesuatu bahkan tanpa ada guru yang mendampingi. Siswa bisa mencari informasi apa saja di Internet. Bahkan terkadang kecerdasan seorang guru sangatlah terbatas untuk menjawab beberapa pertanyaan dari siswanya. Lantas, apakah kemajuan tekologi ini nantinya akan menggantikan profesi seorang guru? simak informasi berikut ini. 

Microsoft: Teknologi tidak akan gantikan profesi guru
Vice president worldwide education microsoft, Anthony Salcito
Teknologi tidak akan bisa gantikan Profesi Guru. Era digital memang memberikan perubahan dan dampak yang besar di dunia pendidikan. Dimana para siswa yang ingin belajar tidak perlu menunggu lama mencari di Perpustakaan atau tanya kepada para Gurunya. Hanya dengan smartphone di gemgamannya dia bisa mengakses internet dan mencari segala informasi yang dibutuhkan. Kemudian pertanyaan besar muncul, masihkah para pelajar di masa depan membutuhkan seorang guru? bukankah hal tersebut bisa digantikan oleh kecanggihan dari teknologi? Berikut ini dari pihak Microsoft yang akan menjawabnya. 

Vice President Worldwide Education Microsoft, Anthony Salcito memberikan jawaban tidak. Bahkan dia justru berfikir sebaliknya. Di era digital seperti saat ini dan masa yang akan datang, peran guru justru semakin besar dan dibutuhkan. Kuncinya adalah bagaimana guru merangkul perubahan dan menjadikannya alat untuk mengasah dan mengoptimalkan potensi siswa. 

"Dunia saat ini jauh lebih dinamis dan jauh lebih beragam," ujar Salcito ketika berbicara dengan wartawan di Bett Asia 2016, Kuala Lumpur, Malaysiya, Selasa (15/11). "Guru harus merangkul itu dan melihat peran mereka secara fundamental sudah berubah." katanya, yang juga dilansir di republika

Salcito menjelaskan bahwa kita semua menyadari potensi untuk perubahan saat ini jauh lebih berbeda. Jika berpikir tentang peran pendidik era sebelumnya, sebagian besar fokusnya adalah pada konten pendidikan dan bagaimana menyebarkannya kepada murid. Yakni berbagi ilmu pengetahuan dan wawasan yang dimiliki guru kemudian disalurkan dan diharapkan dapat diserap oleh siswa 100 persen. 

Pada guru pun sebenarnya juga sudah menyadari bahwa di era digital ini sangatlah berbeda. Para siswa justru banyak belajar di luar sekolah. 

"Jadi peran guru berubah, dari penyebaran menjadi benar-benar mendorong dan menginspirasi murid untuk menyerap potensi itu. Itu membutuhkan elemen teknologi baru, itu membutuhkan peran berbeda dari pendidik, lebih kaya dalam banyak cara," ujar Salcito. 

"Jadi ketika guru mengatakan, oh ya murid belajar tanpa saya, mereka (guru) bisa berkata, saya bisa memanfaatkan itu saya bisa merangkulnya.. itu merubah apa yang bisa saya lakukan di kelas."

Menurut Salcito, guru bisa beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi berbasis data. Dengan cara menggunakan aplikasi data dan statistik untuk memonitoring tingkah laku, minat, potensi hingga perkembangan siswa untuk memahami kelebihan serta kemampuan siswa dan bagaimana cara meningkatkannya. 

"Saya tidah harus mengajarkan 40 anak (misalnya) dengan cara yang sama, saya benar-benar bisa memvariasikan instruksi dan sumber daya yang saya sediakan kepada (maisng-masing) murid berdasarkan data, jadi akan lebih terarah," ujarnya. 

Bahkan Salcita mengatkaan, Jika ada guru yang merasa cemas akan tergantikan oleh teknologi berarti dirinya tidak siap untuk perubahan. Padahal jika mereka menyadarinya, era digital ini dapat membuat peran dalam profesi guru benar-benar dapat meningkat. Kuncinya adalah bagaimana guru berinovasi lebih dari sebelumnya. 

"Peran mereka menjadi jauh lebih strategis, dalam pengembangan pendidikan dan potensi apa saja yang bisa didorong," kata dia. karenanya, "Di era digital ini Saya tidak berpikir guru tidak aka penting lagi bagi pendidikan, saya justru melihat sebaliknya." tutupnya.


Mantep kan mas brow artikel :Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru

,.. Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah kalau Blegitchu, sampai jumpa di postingan artikel lainnya Jangan lupa Share yaaa. Kawulo Alit manunggaling Gusti.. Donasi web ini silahkan hubungi aksarakuning@gmail.com, seikhlasnya, yang penting membantu membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anda sekarang membaca artikel Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru dengan alamat link http://www.soalpendidikan.com/2016/11/microsoft-teknologi-tidak-akan-gantikan.html

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Microsoft: Teknologi Tidak akan Gantikan Profesi Guru"

Posting Komentar