Ketentuan Program Peduli Sesama

1. Setiap konten kegiatan sosial yang ditampilkan dalam situs ini akan direview setiap hari senin. 2. Program akan dirubah atau ditambah sesuai kebutuhan. 3. Pendonor atau pemberi bantuan adalah secara suka rela dan tanpa paksaan secara iklhas. 4. Pendonor dan relawan mengerti bahwa segala kegiatan ini tanpa ada ikatan baik secara hukum pidana maupun perdata, semata untuk kepentingan sosial. 5. Bila ingin mengajukan program untuk ditampilkan, maupun saran silahkan hubungi contact person, aksarakuning@gmail.com

ANALISIS TEORI MOTIVASI

ANALISIS TEORI MOTIVASI - Sahabat Dunia pendidikan Indonesia, Pada Artikel pendidikan yang anda baca kali ini dengan judul ANALISIS TEORI MOTIVASI, team telah mencoba mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasinya. mudah-mudahan isi artikel saya ini, yang sudah dipersiapkan dan kami tulis ini dapat bermanfaat. Selamat membaca, jangan lupa SHARE dan Bookmark agar mudah mencari artikel ini.

Judul : ANALISIS TEORI MOTIVASI
link : ANALISIS TEORI MOTIVASI

Baca Juga



Teori penguatan( Reinforcement Theory)
Teori Penguatan kembali (reinforcement theory) memandang bahwa perilaku manusia ditentukan oleh konsekuensi yang diberikan oleh lingkungannya.
•Teori ini berdasarkan pada Thorndike’s law of effect, yakni bahwa perilaku yang menghasilkan outcome yang menyenangkan akan cenderung diulangi, sedangkan perilaku yang menghasilkan outcome yang tidak menyenangkan akan cenderung tidak diulang.
B.F. Skinner mempopulerkan empat strategi Reinforcement, yaitu:

  1. Positive Reinforcement: meningkatkan perilaku yang diharapkan dengan memberikan konsekuensi yang menyenangkan
  2. Negative Reinforcement: meningkatkan perilaku yang diharapkan dengan tidak memberikan konsekuensi yang tidak menyenangkan;
  3.   Extinction: mengurangi perilaku yang tidak menyenangkan dengan meniadakan konsekuensi yang menyenangkan.
  4.   Punishment:mengurangi perilaku yang tidak diharapkan dengan memberikan konsekuensi yang tidak menyenangkan

CONTOH :


  1. Positive :  ketika pegawai melakukan pekerjaan dengan cepat dan tepat maka atasan akan memberikan bonus kepada pegawai seperti bonus cuti, gaji, tunjangan dan peningkatan jabatan
  2. Negative : Seorang karyawan yang berupaya untuk cepat menyelesaikan  pekerjaan karena tidak   tahan   mendengar  pimpinannya yang mengomel  terus-menerus
  3. Extinction : seorang manajer atau atasan menahan reward atau bonus kepada pegawai yang kerjannya menuruh dan akan memberikannya hingga pegawai kembali ke performannya lagi
  4. Punishment : pegawai telat masuk kerja atau rapat maka atasanya akan memberikan hukuman seperti menahannya diluar atau peringatan tegas oleh atasannya

Teori Motivasi harapan

Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan dengan hasil pekerjaan itu.
CONTOH:
Ketika karyawan melakukan dinas kerja keluar kota selama  3 hari dan dia meminta libur 1 hari karena karyawan telah melakukan dinas kerja

Teori Motivasi Tujuan

Teori ini dikemukakan oleh Edwin Locke. Teori ini menunjukkan adanya keterkaitan antara tujuan dan kinerja seseorang terhadap tugas.Tujuan yang spesifik dan sulit akan menghasilkan kinerja yang lebih baik daripada tujuan yang mudah.
Edwin Locke mengemukakan bahwa dalam penetapan tujuan memiliki 4 macam mekanisme motivasional, yaitu :
·         Tujuan-tujuan mengarahkan perhatian
·         Tujuan-tujuan mengatur upaya
·         Tujuan-tujuan meningkatkan persistensi
·         Tujuan-tujuan menunjang strategi-strategi dan rencana-rencana kegiatan.

CONTOH
Ketika pencalonan pemimpin atau ketua dalam organisasi dimana para calon harus mengemukakan visi dan misi agar para pemilih dapat melilihnya dibandingkan saingannya

Teori Motivasi Kebutuhan

Menurut Maslow, individu dimotivasi oleh kebutuhan yang belum di puaskan, yang paling renda, paling dasar dalam tata tingkat. Begitu tingkat kebutuhan ini dipuaskan, ia tidak akan lagi memotivasi perilaku. Kebutuhan pada tingkat berikutnya yang lebih tinggi menjadi dominan. Dua tingkat kebutuhan dapat beroperasi pada waktu yang sama, tetapi kebutuhan pada tingkat lebih rendah yang dianggap menjadi motivasi yang lebih kuat dari perilaku. Maslow juga menekankan bahwa makin tinggi tingkat kebutuhan, makin tidak penting ia untuk mempertahankan hidup (Survival) dan makin lama pemenuhannya dapat di tunda.

1. Kebutuhan fisiologis, ini adalah kebutuhan dasar udara, air, pakaian, makanan, dan tempat tinggal. Dengan kata lain kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan untuk fasilitas dasar hidup.
2. Kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan keselamatan meliputi fisiak, kemanan lingkungan dan emosional dan perlindungan.
3. Kebutuhan sosial, kebutuhan sosial termasuk kebutuhan akan cinta, kasih sayang, perawatan, rasa akan memiliki, dan persahabatan.
4. kebutuhan esteem, terdiri dari kebutuhan internal dan eksternal. Kebutuhan internal (harga diri, kepercayaan diri, kompetensi, prestasi dan kebebasan). Kebutuhan eksternal (pengakuan, kekuasaan, status, perhatian, dan kekaguman.
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri, ini termasuk dorongan untuk menjadi apa yang individu mau, dan memanfaatkan potensi yang anda miliki untuk menjadi apa yang anda cita-citakan. Ini termasuk kebutuhan akan pertumbuhan dan kepuasan diri. Hal ini juga termasuk keinginan untuk memperoleh lebih banyak pengetahuan, pelayanan sosial, kretivitas, dan menjadi estetika. Pada kebutuhan aktualisasi diri tidak sepenuhnya terpenuhi, Sebagian individu tumbuh dengan kekurangan dan faktor psikologis yang berbeda, dimana peluang dan kesempatan datang ke yang dimiliki individu berbeda-beda.

CONTOH :
Seorang yang bekerja pasti ingin memenuhi kebutuhan seperti kebutuhan fisiologis seperti kebutuhan primer seperti makanan, air, pakaian juga memenuhi rasa aman dia dengan mendaftarkan dirinya ke asuransi untuk berjaga-jaga ketika sakit atau untuk jiwanya. Juga kebutuhan sosial seperti mendapatkan pengakuan dari teman kerjanya atau atasannya dan kebutuhan akualisasi diri seperti dimana posisi yang ia sukai apakan nyaman atau tidak

Daftar Pustaka
Munandar, A.S.(2014). Psikologi indrustri dan organisasi. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia(UI-Press)



Mantep kan mas brow artikel :ANALISIS TEORI MOTIVASI

,.. ANALISIS TEORI MOTIVASI kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah kalau Blegitchu, sampai jumpa di postingan artikel lainnya Jangan lupa Share yaaa. Kawulo Alit manunggaling Gusti.. Donasi web ini silahkan hubungi aksarakuning@gmail.com, seikhlasnya, yang penting membantu membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anda sekarang membaca artikel ANALISIS TEORI MOTIVASI dengan alamat link http://www.soalpendidikan.com/2016/11/analisis-teori-motivasi.html

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "ANALISIS TEORI MOTIVASI"

Posting Komentar