Ketentuan Program Peduli Sesama

1. Setiap konten kegiatan sosial yang ditampilkan dalam situs ini akan direview setiap hari senin. 2. Program akan dirubah atau ditambah sesuai kebutuhan. 3. Pendonor atau pemberi bantuan adalah secara suka rela dan tanpa paksaan secara iklhas. 4. Pendonor dan relawan mengerti bahwa segala kegiatan ini tanpa ada ikatan baik secara hukum pidana maupun perdata, semata untuk kepentingan sosial. 5. Bila ingin mengajukan program untuk ditampilkan, maupun saran silahkan hubungi contact person, aksarakuning@gmail.com

Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah

Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah - Sahabat Dunia pendidikan Indonesia, Pada Artikel pendidikan yang anda baca kali ini dengan judul Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah, team telah mencoba mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasinya. mudah-mudahan isi artikel saya ini, yang sudah dipersiapkan dan kami tulis ini dapat bermanfaat. Selamat membaca, jangan lupa SHARE dan Bookmark agar mudah mencari artikel ini.

Judul : Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah
link : Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah

Baca Juga


Perbedaan komunikasi satu arah dan dua arah 

Komunikasi Satu Arah
Komunikasi satu arah merupakan komunikasi yang berlangsung dari satu pihak saja, yaitu hanya dari pihak komunikator dengan tidak memberi kesempatan kepada komunikan untuk memberikan respon atau tanggapan.
Contohnya  :  pembawa berita membacakan berita, khotbah di masjid sebelum mulai sholat jum’at.

Komunikasi Dua Arah
komunikasi yang terjadi ketika seseorang mengirim pesan, mengeluarkan ide, gagasan, pendapat dan peerima pesan (pendengar) menanggapi isi pesan atau komunikasi dua arah merupakan komunikasi yang berlangsung antara dua pihak dan ada timbal balik baik dari komunikator maupun komunikan.

Contohnya  :  Seseorang yang berbicara lewat telephone, seseorang yang sedang curhat kepada teman dekatnya menceritakan semua keluhnya dan  orang yang mendengarkan curhat tersebut memberikan tanggapannya atau meresponya.

Apa peran komunikasi dalam manajemen organisasi ?

Komunikasi memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengannya, kita dapat berbagi ilmu, berdagang, serta berintegrasi untuk menjalin kerja sama. Syarat utama terjadinya sebuah komunikasi adalah adanya keberadaan dua orang atau lebih yang memiliki kebutuhan khusus antara yang satu dengan yang lain. Umumnya, komunikasi akan diawali dengan interaksi yang sederhana seperti contohnya senyuman, dan perlahan semakin intens. Hingga pada tahap ini kita sama-sama mengetahui bahwa komunikasi hanya akan terjadi jika terdapat sekelompok manusia yang saling membutuhkan. Dan, untuk memperuncing pembahasan, kali ini kita akan membahas lebih dalam mengenai Komunikasi di dalam Organisasi.

Pengertian Komunikasi

Komunikasi, atau dalam bahasa Inggris Communication memiliki asal dari bahasa Latin yang artinya “pemberitahuan informasi” atau “pertukaran informasi”. Adapun berikut pendapat dari beberapa orang tokoh mengenai definisi Komunikasi :

“Komunikasi adalah penyampaian informasi, ide, keterampilan, emosi dan seterusnya melalui penggunaan symbol, angka, grafik, dan lain-lain”. (Fisher – 1990) 
“Komunikasi adalah sebuah proses dimana seseorang berusaha memberikan pengertian melalui pemindahan pesan”. (James A. F. Stoner – ?)
“Komunikasi adalah sebuah proses penyampaian pesan kepada orang lain untuk memberi tahu atau merubah sikap, pendapat, atau perilaku secara langsung ataupun tidak langsung”. (Effendy  – 2006)
Dari beberapa definisi diatas, dapat kita pahami bersama. Bahwa, komunikasi adalah sebuah proses pemberian informasi dari satu individu ke individu lainnya secara dua arah.

Jenis-jenis Komunikasi

Bila dikaitkan dengan kehidupan manusia sebagai mahluk sosial, maka secara garis besar, komunikasi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu berdasarkan sifat, arah, serta formalitasnya. Berikut penjabaran lebih lanjutnya.

A.    Berdasarkan Sifatnya

1.         Lisan
Komunikasi lisan merupakan bentuk komunikasi tradisional yang menggunakan bahasa dengan pelafalan secara langsung untuk mengartikan suatu maksud. Seiring berjalannya waktu, komunikasi menggunakan lisanpun berkembang menjadi komunikasi lisan secara langsung(dengan berhadapan dan saling berinteraksi secara langsung) ataupun secara tidak langsung(menggunakan media perantara).

2.         Tertulis
Sama seperti komunikasi secara lisan, disini kita tetap menggunakan bahasa sebagai dasar komunikasi, Namun yang membedakannya adalah pemanfaatannya. Bila sebelumnya kita lafalkan secara langsung, kali ini kita cukup menuliskan informasi yang ingin kita sampaikan melalui media-media seperti kertas, papan tulis, serta perangkat teknologi yang bisa digunakan untuk berkomunikasi

3.         Verbal
Komunikasi yang disampaikan menggunakan tatanan lisan dan tulisan secara seimbang. Komunikasi ini merupakan komunikasi yang cukup efektif, karena dalam komunikasi verbal umumnya memiliki nilai-nilai secara implisit.

4.         Non Verbal
Tata cara penyampaian informasi selain komunikasi verbal, seperti contohnya bahasa isyarat, lampu lalu lintas, cahaya untuk sandi morse, dan lain-lain.

B. Berdasarkan Arah Berjalannya

1.        Komunikasi Keatas
Komunikasi yang umumnya dilakukan terhadap orang dengan jabatan yang lebih tinggi dibandingkan jabatan yang kita miliki. Umumnya dilakukan ketika ingin mengajukan proposal ide, meminta pendapat dan arahan, serta ketika dilimpahkan wewenang.

2.        Komunikasi Kebawah
Komunikasi yang dapat kita lakukan terhadap orang-orang dengan jabatan yang lebih rendah. Contohnya ketika memberikan arahan pekerjaan, memberi izin untuk pelaksanaan proyek, dan memberikan pelimpahan wewenang.

3.        Komunikasi Horizontal
Komunikasi yang terjadi ketika dilakukan oleh orang-orang dengan tingkatan jabatan yang sederajat. Contohnya, diskusi, forum manajerial, belajar kelompok.

C. Berdasarkan Keresmiannya

1.         Komunikasi Formal
Yaitu komunikasi yang terjadi di dalam ruang lingkup resmi dan umumnya terdapat sistem manajerial di dalamnya.

2.         Komunikasi Informal
Yaitu komunikasi yang umumnya bersifat lebih santai dan tidak terdapat unsur manajerial di dalamnya. 

Proses Komunikasi
Dalam berkomunikasi, juga ada tahapan prosedural yang perlu dipenuhi. Adapun menurut Bovee dan Thill dalam buku Business Communication Today, proses komunikasi terdiri dari enam tahapan, yaitu :

1.        Pengirim mempunyai ide atau gagasan
Tahap ini merupakan tahap inisiasi dimana seorang komunikator mendapatkan ide dan berniat untuk mengkomunikasikan ide yang Ia miliki.

2.        Pengirim merubah ide menjadi suatu pesan
Pada tahap ini, komunikator telah melakukan upaya lebih untuk mengimplementasikan ide yang telah dimilikinya ke dalam sebuah tatanan pesan formal ataupun informal yang memiliki nilai informatif di dalamnya.

3.        Pengirim menyampaikan pesan
Dalam tahap ini, pesan yang sebelumnya telah di olah di berikan pada objek-objek komunikasi(komunikan) dengan tujuan agar ide yang ingin kita sampaikan dapat diterima dan di telaah sesuai dengan harapan yang kita inginkan.

4.        Penerima menerima pesan
Tahapan dimana pesan yang ingin disampaikan komunikator telah diterima oleh komunikan secara tepat sasaran.

5.        Penerima menafsirkan pesan
Yaitu tahapan dimana penerima telah mendapatkan pesan yang kita tujukan, dan berusaha untuk menafsirkan dan menelaah informasi tersebut.

6.          Penerima memberi tanggapan dan mengirim umpan balik kepada pengirim
Pada tahap ini merupakan tahap dimana komunikan telah memahami isi dari pesan yang ingin disampaikan oleh komunikator dan akan memberikan tanggapan baik berupa masukan, kritik, ataupun saran.


Komunikasi Efektif

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi dimana informasi yang ingin disampaikan dapat diterima/ditelaah dengan baik oleh objek komunikasi sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh karena itu penyampaian sebuah komunikasipun harus sangat diperhatikan agar dapat dikatakan sebagai komunikasi yang efektif. Adapun syarat sebuah komunikasi dikatakan sebagai
komunikasi yang efektif adalah sebagai berikut.

·         Sumber

Sumber informasi merupakan hal paling mendasar yang sangat vital di dalam sebuah komunikasi. Adapun sumber dari informasi yang akan kita sampaikan, haruslah sumber yang jelas dan terpercaya, sehingga kita dapat meminimalisir keraguan di dalamnya.

·         Komunikator

Seorang komunikator merupakan ujung tombak di dalam komunikasi. Oleh karena itu seorang komunikator dituntut untuk memahami informasi yang ingin di sampaikan, dapat beradaptasi dengan lingkungan komunikan, serta memiliki kemampuan penyampaian informasi yang mumpuni.

·         Pesan

Pesan disini merupakan konten dari komunikasi tersebut, oleh karena itu kredibilitas dari pesan yang ingin kita sampaikanpun tidak luput untuk kita optimalkan agar komunikasi dapat berjalan dengan baik. Adapun pesan yang ingin kita sampaikan harus memiliki tatanan bentuk dan tata bahasa yang menarik dan mudah dipahami, serta memiliki nilai kejelasan yang pasti.

·         Media Komunikasi
Merupakan media penunjang yang dapat kita gunakan untuk lebih mengoptimalkan komunikasi yang ingin kita sampaikan. Contohnya pemberitaan di media cetak, media massa, dan televise, pelayanan berupa situs yang dapat dijadikan sebagai homepage melalui internet, dan lain-lain.

·         Efek Komunikasi

Efek komunikasi adalah reaksi yang terjadi setelah kita memaparkan informasi kepada objek komunikasi yang kita tuju. Semakin baik reaksi yang kita dapatkan, maka semakin baik pula kemampuan berkomunikasi yang kita miliki. Oleh karena itu seorang komunikator juga dituntut untuk menguasai keadaan objek komunikasi agar dapat mengikuti arah komunikasi.

Peranan komunikasi dalam manajemen organisasi :

Berdasarkan pemaparan diatas, dapat kita pahami bahwa komunikasi, khususnya dalam organisasi memiliki peranan yang sangat penting terutama dalam fungsi manajerial. Umumnya, sebuah organisasi juga sangat membutuhkan komunikasi yang baik dari antar individu yang terkait di dalam sebuah oragnisasi tersebut. Adapun komunikasi yang efektif dibutuhkan untuk mengoptimalkan kesepahaman antar anggota terhadap tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut. Oleh karena itu, masing-masing anggota dari sebuah organisasi seringkali dilatih untuk berkomunikasi di khalayak umum. Hal ini ditujukan agar anggota dari organisasi tersebut dapat mempelajari dan memahami konsep komunikasi yang efektif.



Sumber           :


Purwanto, Djoko. 2006. Komunikasi Bisnis edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
Effendy, Onong Uchjana. 2006. Ilmu Komunikasi – Teori dan Praktek. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Widyatmini & Izzati. 1991. Pengantar Organisasi dan Metode. Jakarta : Gunadarma.
Nawangsari, Sri. 1997. Komunikasi Bisnis. Depok : Gunadarma


Mantep kan mas brow artikel :Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah

,.. Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah kalau Blegitchu, sampai jumpa di postingan artikel lainnya Jangan lupa Share yaaa. Kawulo Alit manunggaling Gusti.. Donasi web ini silahkan hubungi aksarakuning@gmail.com, seikhlasnya, yang penting membantu membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anda sekarang membaca artikel Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah dengan alamat link http://www.soalpendidikan.com/2016/10/perbedaan-komunikasi-satu-arah-dan-dua.html

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Perbedaan Komunikasi Satu Arah dan Dua Arah"

Posting Komentar