Ketentuan Program Peduli Sesama

1. Setiap konten kegiatan sosial yang ditampilkan dalam situs ini akan direview setiap hari senin. 2. Program akan dirubah atau ditambah sesuai kebutuhan. 3. Pendonor atau pemberi bantuan adalah secara suka rela dan tanpa paksaan secara iklhas. 4. Pendonor dan relawan mengerti bahwa segala kegiatan ini tanpa ada ikatan baik secara hukum pidana maupun perdata, semata untuk kepentingan sosial. 5. Bila ingin mengajukan program untuk ditampilkan, maupun saran silahkan hubungi contact person, aksarakuning@gmail.com

Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur

Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur - Sahabat Dunia pendidikan Indonesia, Pada Artikel pendidikan yang anda baca kali ini dengan judul Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur, team telah mencoba mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasinya. mudah-mudahan isi artikel saya ini, Artikel Pendidikan, yang sudah dipersiapkan dan kami tulis ini dapat bermanfaat. Selamat membaca, jangan lupa SHARE dan Bookmark agar mudah mencari artikel ini.

Judul : Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur
link : Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur

Baca Juga

Penyebab lulusan SMK masih banyak yang menganggur. Pendidikan sekolah vokasi yang selama ini diharapkan oleh Pemerintah dapat memberikan keterampilan bagi peserta didiknya sehingga dapat dengan mudah diterima di dunia kerja pada saat lulus ternyata masih belum sesuai yang diharapkan. Masih banyak lulusan sekolah vokasi seperti Sekolah Menengah Kejuruan ketika lulus mereka masih menganggur, pada selama di sekolah mereka dibekali kemampuan untuk bekerja. 

Alasan lulusan SMK banyak menganggur

Penyebab Lulusan SMK masih Menganggur. Sekolah Menengah Kejuruan selama ini masih dinilai belum sukses mengantarkan lulusannya dapat diterima di dunia kerja. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai perencanaan kebutuhan tenaga kerja masih belum ada kejelasan dan belum dapat dijadikan patokan. Oleh karena itu, banyak lulusan SMK yang justru menganggur karena keterampilannya tidak sesuai dengan kebutuhan dunia industri. 

"Selama ini kita tidak punya perencanaan tenaga kerja yang cukup bisa dijadikan patokan itu. Ya itu, sehingga karena tidak jelas ada pesanan kita jahit ya semaunya kita jahit. Itu yang jadi masalah sekarang," Jelas Muhadjir di kantor Wakil Presiden, Jakarta seperti yang dilansir media Republika, Selasa (25/10).

Mendikbud juga menjelaskan, bahwa selama ini pendidikan vokasi hanya mencetak seorang lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Namun kriteria dari tenaga kerja yang dibutuhkan saat ini masih belum jelas. Menurut Muhadjir, diperlukan sebuah perencanaan yang matang mengenai kebutuhan tenaga kerja sehingga para lulusan sekolah vokasi dapat memiliki kemampuan yang sesuai. 

"Misalnya 4 tahun yang akan datang kita butuh ahli apa sih? butuh keterampilan apa sih. Sehingga kita mulai mencetak spesifikasi dari keterampilan itu dan berapa jumlah yang akan dibutuhkan sehingga ada proyeksi kebutuhan tenaga kerja," ungkap dia. 

Perencanaan mengenai kebutuhan tenaga kerja di dunia industri sebaiknya disesuaikan pada tingkat regional, tidak hanya disesuaikan dengan kebutuhan dunia nasional. Sehingga ketika mereka lulus, dapa bekerja di daerahnya atau paling tidak ada tempat yang menampungnya. Hal tersebut juga disampaikan Mendikbud kepada wakil presiden Jusul Kalla. 

Selain masalah perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang belum pasti, Kebanyakan lulusan SMK yang menganggur dikarenakan oleh terbatasnya jumlah guru produktif (guru yang mengajar pelajaran praktek) yang memiliki keahlian teruji sesuai dengan bidang studi di sekolah vokasi tersebut. Bahkan diproyeksikan sampai tahun 2020 nanti, negara Indonesia masih membutuhkan sekitar 91 ribu guru produktif pada sekolah vokasi. 

"Tapi untuk itu kalau harus melakukan rekrutmen PNS tidak mungkin karena langkah kita untuk sementara itu memberikan keahlian tambahan atau kealian minor untuk guru-guru adaptif. Guru yang selama ini mengajar ilmu-ilmu dasar di SMK itu akan disekolahkan lagi terutama di industri dalam jangka waktu tertentu sehingga nanti dia punya keahlian ganda," jelas Mendikbud. 

Mengenai kekurangan guru adaptif yang mempunyai keterampilan yang dibutuhkan dalam pendidikan vokasi di Indonesia, Mendikbud telah menargetkan sekitar 15 ribu guru adaptif yang akan disekolahkan kembali sehingga memiliki keahlian tambahan pada awal tahun depan. 

Itulah tadi, keterangan yang didapatkan dari Mendikbud yang kemaren juga disampaikan kepada wakil presiden Jusuf Kalla. Selama ini, lulusan SMK memang ada banyak yang bisa langsung bekerja dan diterima disebuah perusahaan, namun presentasenya masih kecil dibandingkan dengan yang menganggur. Bahkan kemampuan mereka masih banyak yang kurang (masih setengah-setengah matang) sehingga banyak dari perusahaan besar masih memperhitungkan jasa mereka. 

Contoh Lembaga Profesi 1&2 tahun bidang Komputer (www.pikmicleds.com)
Namun, sebenarnya untuk mengatasi permasalah tersebut, para lulusan sekolah vokasi di tingkat SMK misalnya, bisa mengikuti pendidikan di lembaga profesi 1 dan 2 tahun setelah mereka lulus dari SMK. Di lembaga tersebut mereka akan diasah lagi kemampuannya sehingga mereka bisa lebih matang untuk bisa masuk ke dunia kerja. Lembaga profesional biasanya memiliki banyak link dan cara-cara khusus untuk menyalurkan peserta didiknya ke dunia kerja.


Mantep kan mas brow artikel :Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur

,.. Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah kalau Blegitchu, sampai jumpa di postingan artikel lainnya Jangan lupa Share yaaa. Kawulo Alit manunggaling Gusti.. Donasi web ini silahkan hubungi aksarakuning@gmail.com, seikhlasnya, yang penting membantu membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anda sekarang membaca artikel Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur dengan alamat link http://www.soalpendidikan.com/2016/10/penyebab-lulusan-smk-masih-banyak-yang.html

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Penyebab lulusan SMK Masih Banyak yang Menganggur"

Posting Komentar