Ketentuan Program Peduli Sesama

1. Setiap konten kegiatan sosial yang ditampilkan dalam situs ini akan direview setiap hari senin. 2. Program akan dirubah atau ditambah sesuai kebutuhan. 3. Pendonor atau pemberi bantuan adalah secara suka rela dan tanpa paksaan secara iklhas. 4. Pendonor dan relawan mengerti bahwa segala kegiatan ini tanpa ada ikatan baik secara hukum pidana maupun perdata, semata untuk kepentingan sosial. 5. Bila ingin mengajukan program untuk ditampilkan, maupun saran silahkan hubungi contact person, aksarakuning@gmail.com

Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3

Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3 - Sahabat Dunia pendidikan Indonesia, Pada Artikel pendidikan yang anda baca kali ini dengan judul Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3, team telah mencoba mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasinya. mudah-mudahan isi artikel saya ini, Artikel KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA, yang sudah dipersiapkan dan kami tulis ini dapat bermanfaat. Selamat membaca, jangan lupa SHARE dan Bookmark agar mudah mencari artikel ini.

Judul : Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3
link : Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3

Baca Juga


I.     Tujuan Instruksional

1.1.     Menjelaskan tentang pengertian MSDS, arti penting dan tujuan MSDS.
1.2.     Menjelaskan isi MSDS dan cara menggunakannya.


II.   Definisi Istilah

safety , k3Ø  Sifat-sifat bahaya bahan kimia :
Bahan-bahan yang mempunyai salah satu sifat atau lebih mudah menyala, beracun, korosif, iritant, karsinogenik, teratogenik, mutangenik atau berbahaya bagi lingkungan.

Ø  Bahan Kimia Beracun :
Bahan kimia yang dalam jumlah sedikit saja dapat menimbulkan efek gangguan kesehatan (keracunan) pada manusia bila masuk kedalam tubuh, baik melalui saluran pernafasan, tertelan ataupun terabsorbsi dari kulit.

Ø  Pembakaran (combustion; fire) :
Reaksi oksidasi yang berlangsung secara cepat antara suatu bahan tertentu dengan oksigen yang menghasilkan suatu produk oksidasi.
(Substance + Oxygen  Þ  oxidation products)

Ø  Penyalaan (ignition) :
Kontak antara campuran dapat terbakar dengan suatu sumber nyala dengan energi yang cukup untuk menyebabkan campuran tersebut menyala dengan sendirinya.

Ø  Titik Nyala (Flash Point) :
Temperatur minimum dimana cairan dapat memberikan uap yang cukup untuk membentuk campuran dengan udara yang dapat menyala sekejap di dekat permukaan cairan.


Ø  Titik Bakar (Fire Point)
Temperatur minimum dimana uap diatas cairan akan terbentuk terus menerus untuk mendukung terjadinya pembakaran secara terus menerus. Titik bakar biasanya beberapa derajat diatas titik nyala.

Ø  Temperatur Penyalaan Sendiri (Auto Ignition Temperatur) :
Temperatur dimana suatu zat dapat terbakar sendiri tanpa adanya tambahan energi dari luar (tanpa adanya bunga api; spark atau nyala api; flame).

Ø  Peledakan :
Perubahan tiba-tiba dari energi potensial (kimia atau mekanik) menjadi energi kinetik dengan menghasilkan dan pelepasan  gas-gas bertekanan. Gas-gas bertekanan tinggi tersebut kemudian melakukan kerja mekanik seperti : bergerak, berubah, atau menerpa material didekatnya. Peledakan yang umumnya terjadi  adalah : peledakan mekanis dan peledakan kimia.

Ø  Nyala Api (Flame) :
Nyala api yang dapat terlihat dalam suatu proses pembakaran adalah dalam daerah dimana terjadi proses pembakaran. Nyala yang dapat terlihat disebabkan energi exothermik dari reaksi yang terjadi melepaskan radiasi yang dapat dilihat mata, disamping radiasi lainnya.

Ø  Titik Didih :    
Temperatur dimana fasa cairan berubah menjadi uap pada tekanan atmosfir.

Ø  Titik Lebur :   
Temperatur dimana fasa padat berubah menjadi cairan pada tekanan atmosfir.

Ø  Daerah Dapat Terbakar  :
Perbandingan konsentrasi antara uap dan udara yang dapat menyebabkan dapat terbakarnya uap tersebut.

Ø  Daerah dapat Meledak  :          
Perbandingan konsentrasi antara bahan bakar dan ukuran udara yang dapat menimbulkan peledakan.

Ø  Low Flammable Limit (LEL) :       
Nilai Perbandingan konsentrasi minimum dari Flammable Limit.

Ø  Upper Flammable Limit (UFL) :   
Nilai perbandingan konsentrasi maximum dari Flammable Limit.

Ø  Lower Explosion Limit (LEL) :
Nilai perbandingan konsentrasi terendah dari bahan bakar dan udara yang dapat menyebabkan peledakan

Ø  Polimerisasi :
Suatu rekasi kimia dimana terbentuk molekul yang lebih besar dari bahan kimia yang bereaksi; biasanya disertai dengan pelepasan panas.

Ø  Nilai Ambang Batas (NAB), (Threshold Limit Value, TLV)
Konsentrasi maximum dari suatu bahan kimia di udara dimana jika bahan tersebut terpapar terus menerus, hari demi hari, tidak akan menimbulkan bahaya bagi orang yang terpapar.

Ø  TLV – TWA (Time Weight Average)
Batas maximum pemaparan terus menerus selama 8 jam kerja atau 40 jam seminggu.

Ø  TLV-STEL (Short Time Exposure Limit)
Batas maximum pemaparan selama 15 menit dan maximum 4 kali sehari.

Ø  TLV – C (Ceiling)
Batas maximum konsentrasi suatu bahan kimia yang tidak boleh dilewati.

Ø  TLV - Skin :
Batas maximum pemaparan oleh suatu bahan kimia, dimana pemaparan dapat terjadi juga melalui absorbsi dari kulit pekerja.

Ø  TLV - A1
Batas maximum dari suatu bahan kimia, dimana bahan kimia tersebut dikonfirmasikan bersifat karsinogen.


Ø  TLV - A2
Batas maximum dari suatu bahan kimia, dimana bahan kimia tersebut dicurigai (suspected) bersifat karsinogen

Ø  Flammable
Sifat mudah terbakar suatu bahan kimia, dimana flash pointnya antara 21°C s/d 55 °C
Ø  Combustible
Sifat suatu bahan kimia, berupa padatan atau cairan dapat terbakar, dalam kondisi temperatur dan tekanan normal di udara.

Ø  Cairan mudah terbakar (Combustible liquid)
Cairan yang mempunyai flash point diatas/sama dengan 100°F (38°C)

Ø  Sangat Mudah Terbakar (Extremely Flammable)
Sifat mudah terbakar suatu bahan kimia, dengan flash point dibawah 21 °C, jika terlepas ke udara pada temperatur kamar akan langsung terbakar.

Ø  Pertolongan Pertama
Suatu tindakan pertolongan segera terhadap korban dari suatu insiden yang dilakukan ditempat kejadian untuk menolong jiwanya dan mengurangi keparahan yang dideritanya.

Ø  OXY
Kadang-kadang pada petak terbawah label NFPA kata OXY dicantumkan. Hal ini merupakan indikasi bahwa bahan atau material bersangkutan bersifat oksidator kuat

Ø  Oksidator
Bahan atau material yang dapat melepaskan oksigen dalam kondisi tertentu.


III.  Pokok Pembahasan

Material Safety Data Sheet (Lembar Data Keselamatan Bahan); MSDS, dirancang sebagai acuan untuk penanganan secara aman bahan-bahan kimia dilingkungan kerja industri, laboratorium, gudang dan sebaginya.
Setiap bahan kimia mempunyai lembaran data tersendiri, informasi itu mencakup :
ü  Identifikasi dan penamaan bahan kimia.
ü  Sifat-sifat bahan kimia.
ü  Occupational exposure levels dan effects of exposure
ü  Penanganan yang aman dan alat keselamatan kerja
ü  Pencegahan bahaya.
ü  Cara penanganan jika terjadi insiden.
ü  Safe storage
ü  Spillages (pemusnahan bahan kimia).
ü  Pelabelan sesuai NFPA code,
ü  Cara transportasi.

MSDS dibuat oleh manufacturer yang memproduksi bahan kimia tertentu.
MSDS yang tersedia dan dibuat di Engineering Pertamina UP III, berisi tentang MSDS produk, feed, additif, katalist dan lain-lain bahan kimia yang digunakan untuk membantu proses.

Garis besar isi MSDS yang dibakukan di Pertamina UP III adalah sebagai berikut :
v  Header (judul)
v  Produk dan Identitas Perusahaan
v  Sifat-sifat bahaya
v  Sifat-sifat Fisika
v  Keselamatan dan Pengamanan
v  Informasi Lingkungan.

3.1.  Judul (Header)

Kolom teratas dari MSDS merupakan judul yang berisi tentang :
Ø  Nama Bahan Kimia :
Penamaan berdasarkan guideline dari IUPAC (International Union of Pure dan Applied Chemistry); juga dilengkapi dengan nama dagang dan nama synonim.

Ø  Rumus Kimia :
Merupakan rumus molekul diperlukan terkadang dilengkapi dengan rumus bangun (structural formula).


Ø  Labeling, NFPA :
Labeling dengan NFPA system dimaksudkan untuk memberikan informasi dasar pada saat fire fighting, emergency dan situasi kritis lainnya yang memungkinkan pengambilan keputusan secara cepat. Label ini mengidentifikasikan bahaya bahan pada 3 katagori : “Health”, “Flammability” dan “Reactivity” yang di indikasikan dengan tingkat keparahan (degree of severity) dengan rating penomoran mulai 0, indikasi tidak ada bahaya sampai dengan 4 untuk bahan yang mempunyai sifat bahaya extreme.

Dalam pengunaannya Labeling dimaksud untuk:
Mengingatkan pekerja yang berinteraksi dengan bahan kimia akan bahaya bahan tersebut dan tindakan pengaman apa saja yang perlu diambil dalam penanganan tersebut.



3.2.  Produk dan Identitas Perusahaan

Pada kolom II MSDS menjelaskan produk dari identitas perusahaan yang berisi tentang :
Ø  Nama Produk :
Penamaan yang lazim digunakan di Indonesia untuk bahan kimia bersangkutan.

Ø  Karakteristik penting dari bahan kimia dimaksud;dapat berisi  tentang :
o Fasa dalam keadaan temperature kamar dan tekanan atmosfir.
o Sifat bau.
o Berat gas dibandingkan dengan berat udara.
o Membentuk peroxide
o Reaksi Polimerisasi
o Sifat asam basa.
Ø  Nama perusahaan yang memproduksi bahan kimia lengkap dengan alamatnya.


3.3.  Sifat-sifat Bahaya

3.3.1. Kesehatan

Ø  Efek terhadap kesehatan, yang dapat berisi tentang :
o Intermediate effect : acute local efek dan acute general effect
o Efek jika terpapar terus menerus.
Ø  Nilai Ambang Batas, NAB (Threshold limit values, TLV)
o NAB / TLV – TWA
o NAB / TLV – STEL
o NAB / TLV – C
Ø  Cara masuk ke dalam tubuh manusia 

3.3.2. Kebakaran
Ø  Sifat Mudah Terbakar, yang dapat berisi tentang :
o Sangat Mudah Terbakar (extremely flammable)
o Mudah Menyala/terbakar (Flammable)
o Combustible
o Tidak Mudah Terbakar (Non-combustible)
o Daerah Dapat Terbakar (Flammable Limit) : Low Flammable Limit (LEL) – Upper Flammable Limit (UFL)
o Suhu Bakar (Ignition Temperature), °C.

3.3.3. Reaktivitas
Pada MSDS dijelaskan jika bahan bersangkutan bersifat :
Ø  Kontak dengan bahan tertentu dapat menyebabkan peledakan.
Ø  Dapat membentuk campuran udara dan gas yang mudah meledak.
Ø  Dapat membentuk campuran udara uap yang mudah meledak.
Ø  Dapat membentuk debu yang mudah meledak.


3.4.     Sifat-sifat Fisika (Physical Properties)

Didalam MSDS yang dibakukan di Pertamina UP III. Sifat-sifat fisika meliputi :
Ø  Titik leleh (melting point), °C
Ø  Titik didih (boiling point), °C
Ø  Tekanan up (vapor pressure), mm Hg at 20 °C
Ø  Kelarutan dalam air
Ø  Kelarutan dalam bahan kimia lain
Ø  Berat jenis cairan (relative density, water = 1)
Ø  Berat jenis uap (vapor density, air = 1)
Ø  Flash point  °C


3.5.     Keselamatan dan Pengamanan

3.5.1.     Penanganan dan Penyimpanan

Cara penyimpanan bahan kimia dan cara penanganannya diterangkan secara jelas dana mendetil di dalam MSDS. Bahan-bahan incopatible tidak dapat disimpan dalam satu area kerja tertentu dengan bahan kimia lainnya contohnya basa kuat dan logam reaktif.

3.5.2.     Tumpahan dan Kebocoran

Dalam MSDS yang dibakukan di PERTAMINA UP III, untuk melakukan respon tehadap tumpahan dan kebocoran bahan kimia diterangkan dalam MSDS tentang :
Ø  Alat pelindung diri yang dipakai pada saat melakukan penanggulangan.
Ø  Catatan prosedur
Ø  Prosedur penanggulangan
Ø  Pencegahan lingkungan
Ø  Pencegahan untuk safety personel

3.5.3.     Alat Pelindung Diri

Dalam MSDS diterangkan juga mengenai alat pelindung diri yang dipakai, disesuaikan dengan bahaya dari bahan kimia bersangkutan.

3.5.4.     Pertolongan Pertama

Tindakan pertolongan pertama dalam MSDS diberikan secara umum (tidak mendetil). Tindakan yang diterangkan biasanya berdasarkan tingkat keparahan yang dalami dan cara bahan kimia (racun) masuk ke dalam tubuh. Penting sekali untuk memanggil dokter atau paramedis jika ada korban yang jatuh.

3.5.5.     Memadamkan Api (Fire Fighting)

Berisi tentang :
Ø  Media pemadam yang digunakan dan tidak boleh digunakan.
Ø  Teknik pemadaman
Ø  Alat pelindung khusus yang harus dipakai dalam pemadaman.


3.6.     Informasi Lingkungan

Berisikan tentang tata cara :
Ø  Pemusnahan bahan kimia yang aman untuk lingkungan
Ø  Pembuangan atau penyusunan bahan kimia
Ø  Teknik untuk mengumpulkan tumpahan bahan kimia.


IV. Kesimpulan

1.      MSDS merupakan lembaran data yang berisikan mengenai :
v  Sifat-sifat fisika dan sifat-sifat berbahaya dari suatu bahan kimia
v  Cara penanganan bahan kimia
v  Cara-cara melakukan tindakan pencegahan dan tindakan kuratif.

2.      MSDS berguna untuk mengingatkan tentang bahaya kimia dari suatu bahan.


Daftar Pustaka

¨      Chemical Data Sheet – Working Safety With Hazardous
Chemicals – Samson Chemical Publisher, 1991

¨      Safety at Work – John Ridley – Butterwoth – Heinemann
Ltd (1990)

¨      MSDS – Lembar Data Keselamatan Bahan – PE/Enj&Bang

Pertamina Unit Pengolahan III, 2000


Mantep kan mas brow artikel :Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3

,.. Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3 kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah kalau Blegitchu, sampai jumpa di postingan artikel lainnya Jangan lupa Share yaaa. Kawulo Alit manunggaling Gusti.. Donasi web ini silahkan hubungi aksarakuning@gmail.com, seikhlasnya, yang penting membantu membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anda sekarang membaca artikel Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3 dengan alamat link http://www.soalpendidikan.com/2016/10/material-safety-data-sheet-msds-k3.html

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Material Safety Data Sheet (MSDS) - K3"

Posting Komentar