Ketentuan Program Peduli Sesama

1. Setiap konten kegiatan sosial yang ditampilkan dalam situs ini akan direview setiap hari senin. 2. Program akan dirubah atau ditambah sesuai kebutuhan. 3. Pendonor atau pemberi bantuan adalah secara suka rela dan tanpa paksaan secara iklhas. 4. Pendonor dan relawan mengerti bahwa segala kegiatan ini tanpa ada ikatan baik secara hukum pidana maupun perdata, semata untuk kepentingan sosial. 5. Bila ingin mengajukan program untuk ditampilkan, maupun saran silahkan hubungi contact person, aksarakuning@gmail.com

Subjunctive Mood: Were dan Wish

Subjunctive Mood: Were dan Wish - Sahabat Dunia pendidikan Indonesia, Pada Artikel pendidikan yang anda baca kali ini dengan judul Subjunctive Mood: Were dan Wish, team telah mencoba mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasinya. mudah-mudahan isi artikel saya ini, Artikel Sentence Pattern, yang sudah dipersiapkan dan kami tulis ini dapat bermanfaat. Selamat membaca, jangan lupa SHARE dan Bookmark agar mudah mencari artikel ini.

Judul : Subjunctive Mood: Were dan Wish
link : Subjunctive Mood: Were dan Wish

Baca Juga

Memahami Pengertian & Kegunaan Subjunctive Mood

Apa itu Mood? Mood adalah bentuk kata kerja tertentu yang digunakan untuk menyatakan keadaan (mood) tertentu. Keadaan disini dapat berupa; keragu-raguan, perintah, harapan, fakta atau kemustahilan.

Dalam Bahasa Inggris, Ada 3 jenis/macam Mood, diantaranya:

  1. Indicative Mood
    Digunakan untuk menyatakan suatu fakta/realita atau keadaan secara umum. Contohnya adalah Kalimat Interrogative/Tanya.
    .
  2. Imperative Mood
    Imperative mood disebut juga sebagai kalimat perintah atau kalimat yang digunakan untuk memberi intruksi/perintah pada seseorang.
    .
  3. Subjunctive Mood
Lalu, Apa itu Subjunctive Mood? Subjunctive mood adalah cara menyatakan harapan (wish), saran (suggestion), perintah/permintaan (command), syarat (condition) dalam Bahasa Inggris yang pada kenyataannya diragukan untuk bisa tercapai/terjadi dan bahkan sangat tidak mungkin terjadi (contrary to fact: berlawanan dengan fakta/kenyataan). Pada dasarnya, Conditional Sentence/If Clause (kalimat pengandaian) termasuk dalam kategori Subjunctive mood.
Perhatikan contoh kalimat conditional sentence yang mengandung fungsi Subjunctive Mood berikut ini:
(i) I was with you at that time (bukan subjunctive)
(ii) If I were here, I would help you (bentuk subjunctive).


Subjunctive Mood dalam Pola Kalimat Nominal & Kalimat Verbal

Kalimat Nominal identik dengan Kata Kerja Structural berupa: BE dengan Complement dibelakangnya. Mari kita lihat kembali rumus pola kalimat nominal:

Subject + BE + Complement

Kata kerja structural BE yang digunakan pada subjunctive mood ini hanya berupa: /were/ dan meniadakan atau tidak pernah menggunakan /was/. Dengan demikian, Kata kerja structural BE "were" digunakan untuk seluruh jenis subject yang ada termasuk padanannya.

Contoh:
If I were you, I would stop smoking.
(Jika saya adalah kamu, saya akan berhenti merokok).

Pada Pola Kalimat Verbal, kata kerja yang digunakan berupa Kata Kerja Lexical, diantaranya: ask, demand, determine, insist, move, order, pray, prefer, recommend, regret, request, require, suggest, wish.

Contoh:
I wish I were you.
(Saya berharap saya adalah kamu).

Perubahan & Perbedaan Penggunaan Kata Kerja Subjunctive & Bukan Subjunctive Mood

Berikut ini adalah bentuk-bentuk kata kerja yang digunakan dalam pola kalimat yang mengandung Subjunctive Mood:

Bukan
Bentuk Subjunctive
Bentuk
Subjunctive Mood
A. is
(khusus subject; he, she, it/padanannya.)

Contoh penggunaan:
The girl is lost.
A. be
(untuk seluruh subject)
Contoh penggunaan:
I wish they be here on time.
B. was
(hanya untuk subject; she, he, it dan I.)
Contoh penggunaan:
She was ill.
B. were
(untuk seluruh jenis subject)
Contoh penggunaan:
If you were a flower, I would be the bee.
C. Kata kerja present (present verb) yang berakhiran "s" atau "es" dengan subject; he, she, it atau padanannya.

Contoh penggunaan:
He likes an apple.

C. Akhiran "s" atau "es" dihilangkan.
(untuk seluruh subject.)
Contoh penggunaan:
I wish she pick me up soon.
Catatan:
Perubahan-perubahan diatas tidaklah merubah arti/makna aslinya.
Selain itu, ada beberapa kata sifat (adjective) yang sering digunakan didalam menyatakan subjunctive mood, yakni: crucial, essential, important, imperative, and necessary.

Contoh:
It's important she be involved in this case.
(adalah penting jika dia dilibatkan dalam kasus ini).

Contoh lain penggunaan subjunctive mood:
I demanded that she call me in April.
I suggest that he go to school before 6.30 am.



Mantep kan mas brow artikel :Subjunctive Mood: Were dan Wish

,.. Subjunctive Mood: Were dan Wish kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah kalau Blegitchu, sampai jumpa di postingan artikel lainnya Jangan lupa Share yaaa. Kawulo Alit manunggaling Gusti.. Donasi web ini silahkan hubungi aksarakuning@gmail.com, seikhlasnya, yang penting membantu membangun dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Anda sekarang membaca artikel Subjunctive Mood: Were dan Wish dengan alamat link http://www.soalpendidikan.com/2016/05/subjunctive-mood-were-dan-wish.html

Sign up here with your email address to receive updates from this blog in your inbox.

0 Response to "Subjunctive Mood: Were dan Wish"

Posting Komentar